Minggu, 19 Maret 2017

Fotografi Jurnalistik

Pejalan Kaki Terganggu Akibat Hilangnya Fungsi Trotoar

Dhea Utami Wahyuningrum I Lab. Fotografi UG I Minggu, 12/03/17


Senin, 13/03/17 situasi pedagang kaki lima yang berjualan ditrotoar Jalan Keong Raya (contoh)
Jakarta- Mendengar pedagang kaki lima berjualan di trotoar sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Bukan 1 atau 2 pedagang saja tapi terkadang mereka berjejer hingga trotoar hanya penuh dengan pedagang kaki lima. Akibatnya pejalan kaki harus berjalan dibawah trotoar. Kondisi itu sangat membahayakan bagi pejalan kaki. Trotoar yang harusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki kini berubah fungsi menjadi tempat berjualan para pedagang kaki lima.
Di Jalan Keong sendiri pedagang kaki lima makin bertambah seiring trotoar jalan direnovasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Sangat disayangkan trotoar yang kini bagus, rapih, bersih, dan kokoh ini hanya memfasilitasi pedagang kaki lima bukan pejalan kakinya. Pedagang kaki lima pun berterus terang sebenarnya mereka tidak punya pilihan jika tidak berjualan di trotoar, “Ya habis bagaimana ya mbak kita bingung mau jualan dimana, lahan kosong sekarang susah kalo ada juga belum tentu rame kayak disini, ya mbak tau sendiri lah sekarang apa-apa mahal kalo enggak dari dagang ini ya dari mana mbak sekarang cari kerja susah. Belum lagi sekarang biaya sewa kios mahal. Sebenarnya kami sudah sering ditegur mbak tapi ya mau bagaimana gak ada pilihan, saya sih berharap pemerintah mau memberikan lahan jualan buat pedagang-pedagang seperti saya” ujar Pak Ujang pedagang kaki lima yang berjualan cakwe di Trotoar Jalan Keong.
Masalah ini semakin lama menjadi masalah serius jika tidak ditangani. Para pembeli yang memarkirkan motor dipinggir jalan membuat ruas jalan semakin padat belum lagi banyak pejalan kaki yang berjalan tidak pada tempatnya membuat semakin kacau. Akibatnya jalan menjadi macet dan tidak beraturan. Disituasi seperti ini pejalan kaki tidak bisa berbuat apa-apa mereka harus menerima fasilitas yang harusnya ditujukan untuk mereka diambil orang lain. Terkadang jika tidak berhati-hati mereka bisa terserempet motor yang melintas, “Iya mbak terkadang suka bingung mau jalan lewat mana sekarang padet banget apalagi kalau menjelang sore, udah macet banyak yang dagang belum lagi yang parkir dipinggir jalan ya terpaksa kita minggir-minggir deh jalannya” ujar Mbak Dina pejalan kaki yang melintas hampir setiap hari di Jalan Keong.
Ya masalah ini menjadi berdampak kemana-mana jika tidak ditangani. Dari pejalan kaki yang berjalan bukan pada tempatnya lalu pedagang yang berdagang di trotoar dengan para pembelinya yang parkir sembarangan dipinggir jalan yang menyebabkan macet, belum lagi para pedagang jika buang sampah sembarang ke got yang berada disamping trotoar yang menyebabkan banjir jika hujan lebat. Sungguh amat sangat disayangkan. Kita semua berharap Pemprov DKI Jakarta segera membenahi masalah ini sebelum akhirnya bertambah parah. Karena sejatinya mengerjakan sesuatu jika lebih cepat maka akan lebih baik.

(dhe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar