Pejalan Kaki Terganggu
Akibat Hilangnya Fungsi Trotoar
Dhea Utami Wahyuningrum I Lab. Fotografi UG I Minggu,
12/03/17
Senin, 13/03/17 situasi pedagang kaki lima yang berjualan
ditrotoar Jalan Keong Raya (contoh)
Jakarta- Mendengar pedagang kaki lima
berjualan di trotoar sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Bukan 1 atau 2
pedagang saja tapi terkadang mereka berjejer hingga trotoar hanya penuh dengan
pedagang kaki lima. Akibatnya pejalan kaki harus berjalan dibawah trotoar.
Kondisi itu sangat membahayakan bagi pejalan kaki. Trotoar yang harusnya
menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki kini berubah fungsi
menjadi tempat berjualan para pedagang kaki lima.
Di Jalan
Keong sendiri pedagang kaki lima makin bertambah seiring trotoar jalan
direnovasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Sangat disayangkan trotoar yang kini
bagus, rapih, bersih, dan kokoh ini hanya memfasilitasi pedagang kaki lima
bukan pejalan kakinya. Pedagang kaki lima pun berterus terang sebenarnya mereka
tidak punya pilihan jika tidak berjualan di trotoar, “Ya habis bagaimana ya
mbak kita bingung mau jualan dimana, lahan kosong sekarang susah kalo ada juga
belum tentu rame kayak disini, ya mbak tau sendiri lah sekarang apa-apa mahal
kalo enggak dari dagang ini ya dari mana mbak sekarang cari kerja susah. Belum
lagi sekarang biaya sewa kios mahal. Sebenarnya kami sudah sering ditegur mbak tapi
ya mau bagaimana gak ada pilihan, saya sih berharap pemerintah mau memberikan lahan
jualan buat pedagang-pedagang seperti saya” ujar Pak Ujang pedagang kaki lima
yang berjualan cakwe di Trotoar Jalan Keong.
Masalah ini
semakin lama menjadi masalah serius jika tidak ditangani. Para pembeli yang
memarkirkan motor dipinggir jalan membuat ruas jalan semakin padat belum lagi
banyak pejalan kaki yang berjalan tidak pada tempatnya membuat semakin kacau. Akibatnya
jalan menjadi macet dan tidak beraturan. Disituasi seperti ini pejalan kaki
tidak bisa berbuat apa-apa mereka harus menerima fasilitas yang harusnya
ditujukan untuk mereka diambil orang lain. Terkadang jika tidak berhati-hati
mereka bisa terserempet motor yang melintas, “Iya mbak terkadang suka bingung
mau jalan lewat mana sekarang padet banget apalagi kalau menjelang sore, udah
macet banyak yang dagang belum lagi yang parkir dipinggir jalan ya terpaksa
kita minggir-minggir deh jalannya” ujar Mbak Dina pejalan kaki yang melintas
hampir setiap hari di Jalan Keong.
Ya masalah ini
menjadi berdampak kemana-mana jika tidak ditangani. Dari pejalan kaki yang
berjalan bukan pada tempatnya lalu pedagang yang berdagang di trotoar dengan
para pembelinya yang parkir sembarangan dipinggir jalan yang menyebabkan macet,
belum lagi para pedagang jika buang sampah sembarang ke got yang berada
disamping trotoar yang menyebabkan banjir jika hujan lebat. Sungguh amat sangat
disayangkan. Kita semua berharap Pemprov DKI Jakarta segera membenahi masalah
ini sebelum akhirnya bertambah parah. Karena sejatinya mengerjakan sesuatu jika
lebih cepat maka akan lebih baik.
(dhe)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar